Pengalaman Mengikuti Tes Masuk Bulog Januari 2017

Sekitar Agustus 2016 saya mengikuti Job Fair yang diselenggarakan di ITB. Waktu itu saya diajak teman saya yang bilang kalo di sana ada lowongan dari Bulog untuk lulusan ilmu perpustakaan. Okelah, saya ikut. Waktu itu cuma bawa CV dan Surat Lamaran terus mengisi formulir lewat laptop yang disediakan oleh pihak rekrutmen Bulog di stand-nya.

Setelah itu saya tidak pernah dapat kabar lagi dari Bulog dan saya juga gak ingat udah pernah ngelamar ke sana. Sampai suatu waktu di tanggal 6 Januari 2017 saya dapat e-mail dari Rekrutmen Bulog bahwa saya diundang untuk mengikuti seleksi penerimaan calon karyawan baru Perum Bulog.

Pada e-mail tersebut saya diberi link yang mengarah ke alamat untuk membuka pengumuman tes dan jadwal tahap selanjutnya. Saya diminta untuk memasukkan email dan password untuk dapat log in. Passwordnya sudah otomatis merupakan tanggal bulan dan tahun lahir kita dengan format dd/mm/yyyy. Teman saya tanpa kesulitan dapat log in ke akunnya, sedangkan saya mengalami sedikit kesulitan. Sudah berkali-kali saya mencoba memasukkan email dan tanggal lahir namun tetap gagal.

Akhirnya saya memutuskan untuk melaporkan kesulitan saya tersebut ke pihak rekrutmen Perum Bulog lewat e-mail. Sambil menunggu, saya masih mencoba log in dan sambil iseng-iseng saya agak modifikasi format tanggalnya menjadi mm/dd/yyyy. Baru lah saya bisa log in, walaupun e-mail balasan dari Perum Bulognya baru datang dua hari kemudian.

Setelah berhasil masuk, di dalam nya terdapat pengumuman jadwal tes tahap selanjutnya yakni: Tes Intelegensi.

Screenshot_2017-01-07-11-44-24[1]

Proses rekrutmen oleh Perum Bulog ini ternyata bekerja sama dengan BPIP (Biro Pelayanan dan Inovasi Psikologi) Unpad sehingga tesnya pun dilaksanakan di Gedung BPIP Unpad yang berlokasi di Dago Atas.

Pada tanggal 14 Januari saya dan teman sudah berada di lokasi pada pukul 7.00 pagi supaya lebih tenang, karena lebih baik menunggu kan dari pada terlambat? Tapi pada akhirnya tes dilaksanakan jam 8.30 karena sempat menunggu tiga orang peserta yang belum datang (walaupun akhirnya mereka juga tetap gak datang).

Sebelum masuk ke ruangan, peserta harus menunjukkan kartu peserta yang telah di-download untuk diberikan cap, serta KTP.

20170310_142219[1]
Kartu Peserta diberi pas foto 3×4

Saat tes akan dimulai, ada sedikit sambutan dari pihak Perum Bulog memberikan informasi seputar seleksi penerimaan yang sebelumnya telah diadakan di Semarang dan Jakarta (dan terakhir di Bandung ini). Katanya Perum Bulog sedang membutuhkan total 100 karyawan dari seluruh Indonesia. Saya pikir berarti nanti saya berkompetisi juga dengan yang lulus di Jakarta dan Semarang.

Lanjut ke tes. Peserta dipersilahkan duduk di kursi nasing-masing yang telah diberi nomor peserta. Kemudian panitia penyelenggara tes dari BPIP Unpad menerangkan dengan sangat jelas dan terstruktur mengenai cara pengerjaan tesnya sehingga sangat kecil kemungkinan untuk terjadinya kesalahan teknis. Tes Intelegensi oleh Perum Bulog ini menggunakan Tes Intelegensi di mana terdapat 9 subtes, bisa cari lebih rinci di google dengan kata kunci “IST (Intellegent Stucture Test)“. Sebelum mengerjakan setiap subtes, peserta dibimbing oleh panitia mengenai cara pengerjaannya beserta contoh soalnya. Subtes dikerjakan dalam kurun waktu tertentu yang kita pesertanya tidak diberi tahu berapa lama waktunya. Kalo yang saya rasakan kira-kira setiap subtes bisa menghabiskan waktu 3-5 menit.

Setelah selesai mengerjakan IST, kami dipersilahkan oleh panitia jika ingin pergi ke toilet. Sementara itu, panitia menyiapkan peralatan tes selanjutnya. Kira-kira 15 menit waktu yang diberikan.

Setelah semua peserta siap untuk tahap selanjutnya, kami diberi tahu oleh panitia bahwa tes selanjutnya adalah Tes Pauli/Tes Kraepelin atau biasa disebut Tes Koran. Kami diinstruksikan untuk mengerjakan tes ini dengan cara menjumlahkan angka2 (sebagaimana tes koran pada umunya) dan mencoretkan garis di bawah angka setiap kali panitia menyebutkan kata “Garis” ketika peserta mengerjakan tes. Panitia seleksi mempersilahkan peserta untuk menambah lembaran baru jika sudah selesai dengan lembaran yang pertama, yang mana saya pikir sepertinya tidak akan perlu melihat lembarannya saja sebesar koran dengan angka yang kecil-kecil dan bolak-balik. Tapi ternyata ada seorang peserta laki-laki yang minta lembaran baru (membuat saya terdistraksi dan kehilangan konsentrasi) beberapa menit sebelum waktu berakhir.

Setelah Tes Koran selesai, panitia mengumpulkan lembaran-lembaran dari setiap peserta dan mengumumkan bahwa hasil tes hari tersebut akan keluar sekitar jam 5 sore atau paling lambat jam 8 malamnya sehingga keesokan harinya akan diadakan tes tahap selanjutnya.

Saya bersama teman saya menunggu pengumuman sambil menonton film. Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, kami mengecek website rekrutmen bulog dan ternyata belum keluar pengumumannya. Begitu terus kami lakukan berkali-kali hingga jam 9 pengumuman akhirnya baru keluar.

Screenshot_2017-01-14-20-27-56[1]

Saya sangat bersyukur karena telah lulus tahap Tes Intelegensi. Tapi sayangnya teman saya tidak lulus. Saya jadi merasa agak tidak enak karena keadaan waktu itu saya menginap di rumahnya yang di Jatinangor dan perjalanan ke tempat tes di Bandung juga menggunakan mobilnya. Tapi dia orangnya baik dan bersedia untuk mengantarkan saya ke tempat tes keesokan hari.

Keesokan harinya, pada tanggal 15 Januari, saya sudah berada di lokasi tes pada pukul 7.00 pagi diantar oleh teman saya menggunakan mobil pribadinya (makasih Ulii!). Seperti Biasa, sebelum memasuki ruangan tes, kartu peserta harus dicap terlebih dahulu oleh panitia.

Ketika sudah di ruangan, seperti hari sebelumnya, peserta dipersilahkan duduk di tempat dengan nomor peserta masing-masing. Ternyata saya kebagian duduk di jajaran paling depan kedua dari kanan. Sebelum tes dimulai, ada sambutan dari Pihak Perum Bulog memberikan sedikit informasi dan ucapan selamat bagi para peserta yang lulus. Ada suatu momen di mana saya merasa sedikit berbangga diri ketika Ibu-ibu dari Bulognya bertanya, “siapa di sini yang lulusan perpustakaan?” ketika saya mengacungkan tangan dan melihat ke belakang, ternyata hanya saya sendiri. Ya gpp si sebenernya…

Lanjut ke tes. Sesuai dengan jadwal, hari ini adalah jadwalnya Tes Psikotes dan Interview Psikolog. Tes pertama yang dilakukan adalah Tes Psikotes. Tes Psikotes yang digunakan di seleksi penerimaan Perum Bulog ini terdiri dari: Tes Wartegg, Tes Menggambar Manusia, dan Tes Menggambar Pohon.

Seperti biasa, panitia menjelaskan terlebih dahulu cara mengerjakannya tesnya. Yang pertama dikerjakan adalah Tes Wartegg. Setelah selesai mengerjakan Tes Wartegg, peserta diminta untuk menuliskan pilihan gambar yang paling disukai, paling tidak disukai, paling sulit, dan paling mudah bagi peserta.

Selanjutnya Tes Menggambar Manusia. Panitia memberikan selembar kertas HVS dan mempersilahkan peserta menggambar manusia. Panitia tidak memberi aturan apapun bagi peserta dalam menggambar manusia kecuali aturan waktu yang lagi-lagi tidak diberi tahu kepada peserta. Setelah selesai menggambar, peserta diminta untuk memberikan keterangan gambar tersebut seperti nama, usia, dan aktivitas yang sedang dilakukan pada gambar tersebut.

Selanjutnya adalah Tes Menggambar Pohon. Sama seperti tes sebelumnya, panitia tidak memberikan aturan apapun tentang gambar yang boleh atau tidak boleh digambar. “Silahkan gambar pohon apapun“. Saya berpikir ini boleh jadi suatu jebakan, karena sebelumnya saya pernah baca bahwa peserta sebaiknya tidak menggambar pohon pisang, beringin dsb. Jadi saya menggambar pohon kelengkeng yang mengandung batang, daun, dan buah. Walaupun boleh jadi juga bukan sebuah jebakan, yang penting saya sudah menggambar pohon yang mengandung tiga unsur penting tersebut. Setelah selesai menggambar, peserta dipersilahkan untuk menuliskan nama pohon di bawah gambar.

Setelah Tes Psikologi selesai, peserta diberikan selembar formulir untuk diisi. Formulir ini berisi pertanyaan seputar pribadi (semacam CV). Saya menduga lembaran ini adalah sebagai bahan yang akan dipertanyakan di tahap interview selanjutnya. Maka dari itu, saya sarankan untuk mengisi hal-hal yang sekiranya dapat kita uraikan secara jelas  mengenai diri sendiri namun tetap jujur dalam mengisinya sehingga ketika wawancara nanti kita sudah siap untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh interviewer. Setelah selesai mengisi formulir, peserta dipersilahkan untuk meninggalkan ruangan dan melihat papan pengumuman yang akan memberikan informasi tentang jadwal tes selanjutnya yakni Interview Psikolog.

Interview Psikolog adalah interview yang dilakukan untuk mengenal sifat dan karakter peserta seleksi. Jadi pertanyaan yang diajukan adalah pertanyaan umum seputar sifat dan pengalaman pribadi interviewee.

Ketika saya melihat jadwal dan ruangan interview, saya kebagian jam 13.30 sedangkan waktu itu jam baru menunjukkan pukul 11.30. Masih lama.. Anyway, dalam satu ruangan terdapat lima antrian peserta. Saya kebagian di antrian ke-empat.

Sambil menunggu giliran, saya mengobrol-ngobrol dengan beberapa peserta yang lain. Setelah waktu menunjukkan pukul 14.00, baru saya dipanggil oleh Interviewer. Saya ditanyai hal-hal seputar diri saya, latar belakang pendidikan, pengalaman organisasi, dan kelemahan saya yang telah saya tulis sebelumnya di formulir (saya agak menyesal juga sudah menulis 3 hal tersebut di mana saya kesulitan untuk menjelaskannya kepada interviewer). Maka dari itu, saya sarankan untuk menuliskan kelemahan apapun itu di diri Anda, namun yang bisa Anda jelaskan dengan sejelas-jelasnya.

Interview berjalan sekitar 20 menit pada giliran saya (yang mana cukup singkat dibandingkan dengan peserta yang lain). Dan saya akui, saya sangat tidak puas dengan jawaban yang saya berikan. Lagipula interview selalu menjadi hal yang saya takutkan dalam setiap tahap seleksi penerimaan karyawan.

Saya pasrahkan apapun hasil yang keluar nanti baik saya lulus atau tidak, walaupun saya kurang yakin kalo saya akan lulus (mengingat interview yang berjalan sangat buruk).

Setelah lama menunggu, akhirnya tanggal 7 Februari pengumuman kelulusan datang juga. dan…

Screenshot_2017-02-07-11-47-02[1]
Yep.
At least I saw it coming.

Jadi itulah pengalaman saya dalam seleksi penerimaan calon karyawan Perum Bulog 2017. Akhirnya langkah saya terhenti di tahap Interview User. Saya yakin waktu itu saya kurang persiapan dalam menghadapinya. Tapi saya ucapkan selamat bagi rekan-rekan peserta yang lulus ke tahap selanjutnya di Interview user dan Tes Kesehatan. Saya kurang tahu apakah  tanggal 10 Maret 2017 ini sudah dimulai lagi atau bahkan sudah selesai semua tahapnya, tapi saya ucapkan good luck kepada semua peserta yang lulus.

Walaupun saya tidak lulus seleksi penerimaan, saya harap pengalaman kegagalan saya ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang akan melakukan seleksi penerimaan semacam ini baik di perusahaan BUMN atau Swasta.

Good Luck!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s